Jauh sebelum menjadi tempat yang dikenal seperti sekarang, Pancoran Slukat adalah bagian dari kisah panjang perjalanan spiritual di tanah Bali. Berawal dari kisah seorang pangeran dari Kerajaan Dalem, Klungkung, yang membawa serta keris pusaka bernama Bintang Kukus, cerita ini menuntun pembaca menyusuri jejak sebelas mata air suci salah satunya Pancoran Slukat yang hingga kini masih menjadi tempat masyarakat Bali melakukan ritual penyucian diri, atau yang dikenal dengan istilah melukat.
Melalui narasi yang mengalir, buku ini mengajak pembaca menelusuri legenda, sabda suci, dan makna spiritual di balik setiap tetes air yang mengalir dari Pancoran Slukat. Tidak hanya berhenti pada kisah masa lalu, buku ini juga membawa pembaca memahami bagaimana tradisi melukat tetap bertahan dan berkembang di tengah derasnya arus modernisasi dan pariwisata spiritual masa kini.
Ditulis dalam tiga bahasa Bali, Indonesia, dan Inggris buku ini merupakan persembahan bagi siapa saja yang ingin memahami lebih dalam kearifan lokal Bali, sekaligus menjadi upaya pelestarian bahasa dan cerita leluhur agar terus hidup lintas generasi
| Detail Buku | |
| ISBN | 978-634-05-5725-1 |
| Penulis Buku | Prof. Dr. I Gst Agung Sri Rwa Jayantini, S.S., M.Hum. I Gusti Ngurah Made Wiratama, S.Pd., M.Si. |
| Editor | Siska Maulana, S.Si. |
| Penyunting | |
| Desain Sampul & Tata Letak | Andika Dwi Pratama |
| Penerbit | CV. Penerbit Satu Indonesia |
| Kategori | Sejarah |
| Tahun Terbit | 2026 |




Ulasan
Belum ada ulasan.